Selasa, 03 Maret 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2 (SoftSkill)

DEDUKSI VS INDUKSI


1.PENGERTIAN


  • Deduksi

Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi .
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus atau Proses penalaran yang di dalamnya kesimpulan-kesimpulan yang spesifik disusun berdasarkan prinsip-prinsip yang lebih umum atau berdasarkan fakta-fakta yang telah diketahui sebelumnya. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
(wikipedia.com,http://vaniaputriajah.blogspot.com)

 



  • Induksi
    Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
    Setiap argumen induktif tidak dapat dikatakan sahih atau tidak sahih, tetapi lebih baik atau kurang baik, bergantung pada berapa tinggi derajat probabilitasnya (kebolehjadian) yang diberikan premis pada simpulannya. Semakin tinggi probabilitas simpulannya semakin baik argumen induktif yang bersangkutan, begitu pula sebaliknya, dan simpulannya tidak mungkin mengandung kepastian mutlak. Konklusi induktif tidak akan pernah terbukti benar kecuali bila meneliti semua premis khususnya. Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.
  •   (wikipedia.com,adzriair.blogspot,com)

2. METODE  

  • Metode Deduksi

    Metode deduksi adalah metode yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduksi yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduksi sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).

    TEORI >>> HIPOTESA >>> OBSERVASI >>> KONFIRMASI

    Contoh penggunaan metode deduksi pada pengetahuan Aljabar yang berkait dengan bilangan real a, b, dan c terhadap operasi penjumlahan (+) dan perkalian (.) yang didasarkan pada enam aksioma berikut:
    1) tertutup, a + b  R dan a.b  R.
    2) asosiatif, a + (b + c) = (a + b) + c dan a .(b . c) = (a . b) . c
    3) komutatif, a + b = b + a dan a.b = b.a
    4) distributif, a.(b + c) = a.b + a.c dan (b + c).a = b.a + c.a
    5) identitas, a + 0 = 0 + a = a dan a.1 = 1. a = a
    6) invers, a + (−a) = (−a) + a = 0 dan a.1/a = 1/a.a = 1 untuk a != 0.

    • Metode Induksi

      Pendekatan induksi menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general).
      Metode induksi ini banyak digunakan oleh ilmu pengetahaun, utamanya ilmu pengetahuan alam, yang dijalankan dengan cara observasi dan eksperimentasi. Jadi metode ini berdasarkan kepada fakta – fakta yang dapat diuji kebenarannya.

      OBSERVASI >>> PATTERN >>> TENTATIVE HYPOTHESIS >>> TEORI


      Berikut contoh penggunaan metode induktif berikut:
      Mangga manalagi yang masih muda masam rasanya.
      Mangga harum manis yang masih muda masam rasanya.
      Mangga kopyor yang masih muda masam rasanya.
      Mangga …. yang masih muda masam rasanya.
      ————————————————————————
      Jadi, semua mangga yang masih muda masam rasanya.
      Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini belum ada mangga yang masih muda yang tidak masam rasanya. Pernyataan itu akan bernilai salah jika sudah ada ilmuwan yang menghasilkan mangga yang tidak masam rasanya meskipun masih muda. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induksi tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah.

      (https://ibudbudiyanto.wordpress.com/2012/02/20/metode-deduksi-dan-induksi/)

    • PERBEDAAN

      Induksi adalah cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersidat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Penalaran ini dimulai dari kenyataan-kenyataan yang besifat khusus dan terbatas dengan diakhiri sebuah ernyataan yang bersifat umum. Untuk lebih mudahnya mari kita lihat contoh di bawah ini:
      Besi dipanaskan memuai
      Seng dipanaskan memuai
      Emas dipanaskan memuai
      Timah dipanaskan memuai
      Platina dipanaskan memuai
      Maka kesimpulan umumnya: semua logam jika dipanaskan memuai.
      Cara penalaran jenis ini mempunyai dua keuntungan:
      1.  Kita dapat berpikir secara ekonomis. Meskipun eksperimen kita terbatas pada beberapa kasus individual, kita bisa mendapatkan pengtahuan yang lebih umum tidak sekedar kasus yang menjadi dasar pemikiran kita.
      Untuk mendapatkan pengetahuan bahwa semua logam memuai bila dipanaskan, kita tidak usah membuat penyelidikan terhadap setiap logam, tetapi cukup sebagian daripadanya.
      2.  Pernyataan yang dihasilkan dari cara induksi tadi memungkinkan adanya proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun secara deduktif. Secara induktif kita dapat mnyimpulkan pernyataan tadi kepada pernyataan yang lebih umum lagi. Misalkan dari contoh seperti tersebut di atas maka kita dapat membuat pernyataan beru yang lebih umum dengan mengatakan: Semua benda memuai bila dipanaskan.
      Deduksi adalah kegiatan berpikir yang merupakan kebalikan dari penalaran induksi. Sehingga dapat dikatakan deduksi adalah cara berpikir dari pernyataan yang bersifat umum, kemudian mengambil kesimpulan yang berrsifat khusus. Contoh:
      Semua logam bila dipanaskan memuai
      Tembaga adalah logam
      Maka keimpulan khususnya: Tembaga bila dipanaskan, memuai.
      Dengan penalaran induktif kita mendapat pengetahuan bahwa semua logam bila dipanaskan memuai. Dengan penalaran deduktif kita mendapat pengetahuan terpercaya, bahwa tembaga bila dipanaskan memuai, meskipun pengetahuan ini tidak kita dapatkan melalui penelitian lebih dahulu. Inilah keuntungan cara berpikir deduktif.
      Jadi antara penalaran induksi dan deduksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Mula-mula orang menggunakan penalaran induktif untuk mendapatkan pernyataan yang besifat umum. Pernyataan umum ini menjadi dasar pemikiran deduksi. Dengan deduksi kita dapat mengetahui pengetahuan baru yang dicakup oleh pernyataan induktifnya.
      Pengetahuan yang benar dapat menggunakan metode ini secara cermat dan kritis. Pengembangan pengetahuan semata-mata menggantungkan penalaran induksi akan sngat lambat dan boros. Sebaliknya deduksi meminta jasa induksi dalam menggunakan dasar pemikirannya.
        (http://muslim-wwwpenuntutilmu.blogspot.com/2012/01/cara-mendapat-kebenaran.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar